Oleh Saeful Rokhman
Dalam bahasa Arab, arwah adalah bentuk jama' dari ruh. Apabila ruh seseorang dicabut meninggalkan jasadnya, maka ruh itu dipanggil menghadap Allah SWT untuk mempertanggung-jawabkan amalnya selama di dunia. Dalam banyak riwayat dikabarkan bahwa ketika para pengantar jenazah meninggalkan kuburan, ruh mayat itu masih bisa mendengar suara sandal mereka meninggalkan kuburan.
Proses selanjutnya adalah ruh itu di alam kubur menghadapi pertanyaan malaikat. Dan apabila hasilnya bagus, maka alam kuburnya dibuat menjadi indah dan menyenangkan. Dan begitu juga sebaliknya. Memang terdapat keterangan bahwa ruh yang telah berpisah dari jasad itu selama di alam kubur menunggu hari kiamat akan dapat menyaksikan keluarganya di alam nyata ini. Bahkan mereka akan ikut bergembira bila keluarganya itu berbuat kebajikan dan akan bersedih bila melakukan kejahatan dan kemungkaran.
Namun tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa ruh itu kembali ke alam dunia dan berinteraksi dengan manusia yang masih hidup. Apalagi gentayangan dan membalas dendam seperti di film horor. Semua itu hanya karangan belaka.
Kalaupun ada, maka tidak lain adalah jin yang merupakan makhluq Allah juga menyamar menyerupai orang yang sudah mati. Oleh jin, suasana itu lalu didramatisir sedemikian rupa untuk menakut-nakuti orang. Intinya agar orang-orang itu percaya dan memberikan sesajen, sesembahan atau apaun yang dimintanya.
Jadi tidak ada orang yang kemasukan arwah. Yang sebenarnya terjadi adalah peristiwa dimana jin berhasil menguasai pikiran seorang manusia dan mengambil alih komando dan kesadarannya. Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Quran sebagai ibarat orang yang makan riba.
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. (QS Al-Baqarah: 275)
Jin mampu berubah wujud, namun tidak sempurna seperti malaikat yang mampu berubah wujud dengan bentuk yang sangat sempurna. Dalam riwayat hadits disebutkan ketika Jibril AS mendatangai Rasulullah SAW dan para sahabatnya dengan menyerupai manusia, rambutnya sangat hitam dan bajunya sangat putih, wajahnya berseri dan tidak nampak datang dari perjalanan jauh. Padahal dia bukan orang setempat dan tidak seorang pun mengenalnya.
Dalam kisah Nabi Yusuf, para wanita Mesir yang terkesima dengan wajah Nabi Yusuf berkomentar bahwa dia bukan manusia, tetapi adalah malaikat. Artinya, malaikat memang punya kemampuan berwujud manusia dengan bentuk yang sangat sempurna.
Jin memang punya kemampuan melakukan perubahan wujud meski tidak pernah bisa sempurna. Karena itu dari cerita yang sering kita dengar, penampilan 'hantu' selalu menyeramkan, mungkin tidak berkepala, tidak berkaki atau gosong sebelah dan sebagainya.
Ujung-ujungnya jelas perbuatan musyrik. Ini adalah kerja favorit bangsa jin yang kafir. Menyesatkan dan menjerumuskan manusia ke dalam kemusyrikan. Dan syetan/jin itu memang bisa masuk ke tubuh manusia melalui saluran/aliran darah. Memang terkadang jin itu mengaku sebagai jin muslim dan tidak masuk ke tubuh seseorang kecuali karena orang itu melakukan hal-hal yang tidak disenangi oleh jin itu. Tetapi biar bagaimana pun, tetap saja jin itu salah dan berdosa karena telah mengganggu dan memasuki jasad orang lain. Perbuatan seperti itu tetap salah dan dosa bagi bangsa jin. Dia harus tetap dikeluarkan dengan dibacakan ayat-ayat dan doa-doa yang ma'tsur dari Nabi SAW.
Kamis, 02 Oktober 2008
Siapakah Hantu Itu?
Oleh Saeful Rokhman
Hantu adalah satu makhluk yang sangat dikenal masyarakat. Kebanyakan mereka itu takut terhadap makhluk yang satu ini. Keberadaannya dianggap mengerikan dan menyeramkan sebagaimana yang sering ditayangkan dalam televisi dan bioskop-bioskop Indonesia. Mereka mengenal hantu semacam kuntilanak yang mempunyai wajah menakutkan, berpakaian putih dan berambut panjang. Ada juga hantu yang bernama pocong, bentuknya sama seperti orang meninggal yang sudah dikafani. Untuk lebih lengkapnya, saya pernah menemukan satu film bioskop yang berjudul “Hantu Komplit”. Di sana disebutkan bermacam-macam hantu secara lengkap dan komplit.
Hantu ialah makhluk gaib atau makhluk halus, dan makhluk gaib itu memang ada, terbukti secara ilmiah dan juga secara syari’ah. Begitu banyak fenomena yang dengan mudah bisa membuktian bahwa alam gaib itu memang ada. Salah satunya adalah fenomena orang kerusupan. Kalau sekedar seseorang meracau, mungkin masih bisa dijelaskan secara ilmiyah. Tapi kalau sudah sampai punya tenaga yang luar biasa, atau berbicara tentang hal-hal yang tidak mungkin diketahui sebelumnya, atau bisa menghilang, terbang dan lainnya, sulit bagi ilmu pengetahuan modern untuk memberikan keterangan ilmiahnya. Semua itu hanya bisa dijelaskan dengan adanya alam ghaib, makhluk ghaib dan juga hal-hal ghaib lainnya.
Sedangkan secara syar`i, al-Quran al-Karim sejak ayat-ayat pertama sudah membicarakan masalah keghaiban. Silahkan pembaca buka surat al-Baqarah pada 3 ayat pertama.
Alif Laam Miim. Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. Al-Baqarah : 1,2,3)
Penampakan makhluk gaib hanya salah satu fenomena dunia gaib saja, masih banyak kemampuan dunia ghaib lainnya yang sukar dijelaskan secara ilmiah. Sebagai orang beriman, kita cukup mengetahui adanya dunia gaib. Namun kita diharamkan untuk takut dan menuruti kemauan makhluk-makhluk gaib itu. Kita hanya boleh taat, patuh dan tunduk kepada Allah SWT semata.
Apalagi mengingat bahwa manusia itu diciptakan sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya. Sehingga bukan pada tempatnya untuk takut dan dipengaruhi makhluk yang kelasnya lebih rendah. Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman :
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At-Tin : 4).
Kita sebagai seorang muslim harus menghilangkan rasa takut terhadap makhluk halus atau hantu itu. Karena mereka juga makhluk yang tidak jauh berbeda dengan manusia. Bahkan menurut ayat di atas, manusia lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dalam bentuk yang paling baik. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk takut kepada makhluk halus. Karena kita dituntut hanya takut kepada Allah semata.
Hantu adalah satu makhluk yang sangat dikenal masyarakat. Kebanyakan mereka itu takut terhadap makhluk yang satu ini. Keberadaannya dianggap mengerikan dan menyeramkan sebagaimana yang sering ditayangkan dalam televisi dan bioskop-bioskop Indonesia. Mereka mengenal hantu semacam kuntilanak yang mempunyai wajah menakutkan, berpakaian putih dan berambut panjang. Ada juga hantu yang bernama pocong, bentuknya sama seperti orang meninggal yang sudah dikafani. Untuk lebih lengkapnya, saya pernah menemukan satu film bioskop yang berjudul “Hantu Komplit”. Di sana disebutkan bermacam-macam hantu secara lengkap dan komplit.
Hantu ialah makhluk gaib atau makhluk halus, dan makhluk gaib itu memang ada, terbukti secara ilmiah dan juga secara syari’ah. Begitu banyak fenomena yang dengan mudah bisa membuktian bahwa alam gaib itu memang ada. Salah satunya adalah fenomena orang kerusupan. Kalau sekedar seseorang meracau, mungkin masih bisa dijelaskan secara ilmiyah. Tapi kalau sudah sampai punya tenaga yang luar biasa, atau berbicara tentang hal-hal yang tidak mungkin diketahui sebelumnya, atau bisa menghilang, terbang dan lainnya, sulit bagi ilmu pengetahuan modern untuk memberikan keterangan ilmiahnya. Semua itu hanya bisa dijelaskan dengan adanya alam ghaib, makhluk ghaib dan juga hal-hal ghaib lainnya.
Sedangkan secara syar`i, al-Quran al-Karim sejak ayat-ayat pertama sudah membicarakan masalah keghaiban. Silahkan pembaca buka surat al-Baqarah pada 3 ayat pertama.
Alif Laam Miim. Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. Al-Baqarah : 1,2,3)
Penampakan makhluk gaib hanya salah satu fenomena dunia gaib saja, masih banyak kemampuan dunia ghaib lainnya yang sukar dijelaskan secara ilmiah. Sebagai orang beriman, kita cukup mengetahui adanya dunia gaib. Namun kita diharamkan untuk takut dan menuruti kemauan makhluk-makhluk gaib itu. Kita hanya boleh taat, patuh dan tunduk kepada Allah SWT semata.
Apalagi mengingat bahwa manusia itu diciptakan sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya. Sehingga bukan pada tempatnya untuk takut dan dipengaruhi makhluk yang kelasnya lebih rendah. Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman :
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At-Tin : 4).
Kita sebagai seorang muslim harus menghilangkan rasa takut terhadap makhluk halus atau hantu itu. Karena mereka juga makhluk yang tidak jauh berbeda dengan manusia. Bahkan menurut ayat di atas, manusia lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dalam bentuk yang paling baik. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk takut kepada makhluk halus. Karena kita dituntut hanya takut kepada Allah semata.
Langganan:
Postingan (Atom)